Patrolihukum86.com, Jambi - Saya, Dody, Ketua DPW Fast Respon Indonesia Provinsi Jambi meminta Kepada Presiden Prabowo , Panglima TNI dan Kapolri berikan perintah tegas terhadap anggota TNI dan Polri serta Pemerintah setempat untuk usut Aktifitas Tambang Ilegal baik Batu bara, PETI dan Ilegal drilling di Provinsi Jambi.
Dan juga kepada Tim FRIC untuk lakukan
Investigasi. Catat. Buka siapa aktor di balik tambang minyak ilegal, tambang emas ilegal, dan tambang batu bara ilegal yang sudah mencapai ratusan titik di Bumi Jambi.
"Cukup sudah kita diam. Cukup sudah kita melihat alam Jambi dirusak demi kepentingan segelintir kelompok.
Data *Komunitas Konservasi Indonesia Warsi* sudah menampar kita:
Luas terdampak tambang emas ilegal di Jambi *60.323 hektare pada 2025.*
Naik hampir *6 kali lipat* dari 2016 yang hanya 10.926 hektare.
Ini bukan lagi pelanggaran. Ini *PENJARAHAN.*
Rinciannya memalukan:
- *Sarolangun: 20.938 hektare*
- *Merangin: 20.239 hektare*
- *Bungo: 11.119 hektare*
- *Tebo: 7.536 hektare*
- *Batanghari: 263 hektare*
- *Kerinci: 228 hektare*
Akumulasi 2016-2025. Dan angkanya terus menggila. Ratusan tambang PETI Ilegal dan itu semua terang terangan , alasan saja jika tidak mengetahui siapa pendana dan pemain aktifitas tersebut , jangan bohongi masyarakat . dan tentunya ada beking dari oknum TNI dan Polri , jika tidak siapa yang berani bermain aktifitas tersebut .
*Ingat!* Kita adalah *KONTROL SOSIAL.* Tugas kita menjaga negeri ini dari perusak.
Kita wajib mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Alam rusak karena tamak. Jangan wariskan Jambi yang gundul dan banjir kepada anak cucu kita.
Sesuai *ATENSI PRESIDEN PRABOWO* kepada Kapolri dan Panglima TNI: *USUT 1000 TAMBANG ILEGAL DI INDONESIA.*
Di Jambi, tidak ada kata "rahasia". Tambang ilegal sudah telanjang.
Maka sikap kita hanya dua pilihan
1. *TUTUP TOTAL* tambang ilegal. Tidak ada kompromi.
2. Atau *LEGAL KAN melalui KOPERASI RAKYAT* dengan perizinan dipermudah, dikelola rakyat, hasilnya jadi PAD dan pajak untuk mensejahterakan masyarakat Jambi.
Negara harus tegas. Hukum harus hadir.
*DAN DENGAR INI BAIK-BAIK:*
Hasil investigasi FRIC Jambi akan kami laporkan langsung ke *Presiden RI, Kapolri, dan Panglima TNI.*
Jika ada oknum aparat yang membekingi, laporkan juga. Nama, pangkat, lokasi.
*"NEGARA KITA NEGARA HUKUM. SEMUA HARUS TUNDUK PADA HUKUM YANG BERLAKU. HUKUM TIDAK BOLEH KALAH OLEH MAFIA TAMBANG. DI NKRI TIDAK ADA YANG KEBAL HUKUM!"*
*FRIC JAMBI TIDAK AKAN MUNDUR SELANGKAH PUN.*
*UNTUK ALAM. UNTUK RAKYAT. UNTUK INDONESIA."
Tambang emas ilegal itu "manis di awal, pahit di akhir". Ini dampak nyatanya:
*1. DAMPAK LINGKUNGAN*
*- Hutan GUNDUL & Longsor*
60.323 hektare hutan Jambi sudah dibuka. Akar pohon hilang, tanah jadi gampang longsor saat hujan. Sarolangun & Merangin paling parah.
*- Sungai MATI & Tercemar Merkuri*
Untuk ngeluarin emas, pakai merkuri & sianida. Limbahnya dibuang ke sungai. Air jadi beracun, ikan mati, warga gak bisa pakai air.
*- Banjir Bandang*
Tanpa hutan penyerap, air hujan langsung turun ke pemukiman. Jambi beberapa tahun terakhir sering banjir.
*- Kerusakan Habitat*
Gajah, harimau, satwa dilindungi kehilangan rumah. Ekosistem rusak.
*2. DAMPAK KESEHATAN*
*- Keracunan Merkuri*
Warga sekitar PETI rawan gangguan saraf, tremor, gagal ginjal, cacat lahir pada bayi. Anak-anak paling rentan.
*- ISPA & Penyakit Kulit*
Debu tambang + bahan kimia bikin sesak napas dan iritasi kulit.
*- Gizi Buruk*
Sungai tercemar = gagal panen + ikan mati. Sumber pangan hilang.
*3. DAMPAK SOSIAL & EKONOMI*
*- Konflik Horizontal*
Rebutan lahan, premanisme, dan kekerasan sering terjadi antar kelompok penambang.
*- Generasi Hancur*
Anak putus sekolah ikut nambang. Masa depan ditukar dengan Rp 100rb/hari.
*- Negara RUGI BESAR*
Tidak bayar pajak, tidak ada royalti. PAD Jambi bocor. Padahal bisa jadi jalan, sekolah, RS.
*- Kriminalitas Naik*
Peredaran narkoba, senjata, dan mafia ikut masuk ke lokasi tambang.
*4. DAMPAK HUKUM*
Pelaku bisa dijerat UU Minerba, UU Lingkungan Hidup, UU Kehutanan. Pidana 5-10 tahun + denda miliaran.
Yang membekingi juga bisa kena pasal turut serta.
KESIMPULAN TEGAS:
Tambang emas ilegal bukan "cari makan". Ini *KEJAHATAN LINGKUNGAN* yang merampok masa depan anak cucu Jambi.
*"Alam rusak karena tamak. Hukum harus tegas. FRIC Jambi siap kawal!"*
Redaksi