Patrolihukum86.com, TEBO – Gelombang desakan dari elemen masyarakat dan aktivis lingkungan hidup di Kabupaten Tebo menguat. Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) diminta bekerja ekstra ekstra ketat untuk menuntaskan pemadaman api hingga ke akar-akarnya, serta memperketat pengawasan pasca-pemadaman guna mencegah penyebaran ke wilayah lain. Penanganan Pasca-Pemadaman Jadi Kunci. Aktivis Lingkungan Tebo, Syafrizal, menekankan pentingnya proses penyisiran (mopping up) setelah api padam. Menurutnya, bara api bawah tanah di areal tertentu sering kali luput dari pengawasan dan berpotensi memicu titik api baru saat tertiup angin kross. Ancaman Ekosistem Bukit Tiga Puluh. Sorotan tajam juga datang dari pemerhati lingkungan Tebo, Jimy. Ia mengingatkan bahwa kawasan hutan Tebo, khususnya ekosistem Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, merupakan benteng terakhir bagi berbagai satwa liar yang dilindungi. "Hutan merupakan tempat berkembang biak dan rumah bagi hewan-hewan yang d...