Patrolihikum86.com, FRIC Jambi, Jakarta — Dalam rangka memastikan keamanan, kelancaran, serta kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, Polres Metro Jakarta Selatan telah menyiapkan berbagai langkah strategis melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026. Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan telah disiapkan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan telah menyiapkan sembilan pos pelayanan (Posyan) dan satu pos pengamanan (Pospam) yang akan beroperasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.
“Dalam rangka memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran, Polres Metro Jakarta Selatan telah menyiapkan sembilan pos pelayanan dan satu pos pengamanan. Pos pengamanan ditempatkan di kawasan Taman Margasatwa Ragunan karena wilayah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan masyarakat,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan.
Sementara itu, sembilan pos lainnya merupakan pos pelayanan yang tersebar di beberapa titik strategis di wilayah Jakarta Selatan, salah satunya berada di wilayah Setiabudi. Pos-pos pelayanan tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus sebagai titik koordinasi pengamanan di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026, pengamanan tidak hanya melibatkan personel dari Polri, tetapi juga melibatkan berbagai unsur terkait lainnya.
“Personel yang dilibatkan dalam pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 telah dipersiapkan sesuai dengan arahan dari pimpinan. Selain dari Polri, kegiatan pengamanan dan pelayanan juga melibatkan unsur TNI, potensi masyarakat, Pramuka, serta komunitas-komunitas masyarakat lainnya yang turut bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran,” jelasnya.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh personel yang bertugas di pos-pos tersebut antara lain memberikan pelayanan kepada masyarakat, menerima laporan masyarakat, serta melaksanakan patroli di wilayah yang menjadi tanggung jawab masing-masing pos pengamanan maupun pos pelayanan.
Sebagai contoh di wilayah Setiabudi, Kapolres menjelaskan bahwa terdapat sejumlah objek vital dan kawasan strategis yang menjadi fokus pengamanan, di antaranya pusat perbelanjaan, kawasan kedutaan besar negara sahabat, serta jalur-jalur lalu lintas yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
“Di wilayah Setiabudi terdapat beberapa objek penting seperti pusat perbelanjaan, kawasan kedutaan, serta jalur lalu lintas utama. Seluruh kawasan tersebut akan menjadi bagian dari wilayah yang dilayani oleh pos pelayanan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tambahnya.
Terkait dengan arus mudik, Kapolres juga menjelaskan bahwa di beberapa wilayah pinggiran Jakarta Selatan terdapat program mudik bersama yang diselenggarakan oleh berbagai instansi. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan aman dan tertib, pihak kepolisian akan melakukan koordinasi melalui Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.
“Bhabinkamtibmas akan melakukan pendataan terhadap warga yang mengikuti program mudik bersama tersebut, sehingga keberangkatan dapat terkoordinasi dengan baik dan pelaksanaannya berjalan aman serta lancar,” ungkap Kapolres.
Dalam hal pengaturan lalu lintas, Polres Metro Jakarta Selatan juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan, serta pihak pengelola jalan tol.
Kapolres menjelaskan bahwa meskipun wilayah Jakarta Selatan tidak memiliki akses langsung terhadap ruas jalan tol, namun koordinasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang dapat terjadi di sejumlah titik.
“Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan, serta pengelola tol untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan atau penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu, sehingga arus lalu lintas tetap dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Selatan juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar memperhatikan aspek keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Jakarta Selatan yang akan melaksanakan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti mengunci seluruh pintu dan jendela, mematikan kompor gas serta aliran listrik yang tidak diperlukan,” imbaunya.
Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat dan tidak digunakan selama mudik, Kapolres mempersilakan untuk menitipkan kendaraannya di kantor Polsek maupun pos pengamanan yang tersedia secara gratis.
“Bagi masyarakat yang memiliki kendaraan roda dua maupun roda empat dan tidak digunakan selama mudik, dapat menitipkan kendaraan tersebut di Polsek terdekat atau di pos pengamanan secara gratis. Hal ini kami sediakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna mencegah potensi tindak kejahatan,” ujar Kapolres.
Kapolres juga berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, sehat, serta selamat hingga sampai ke kampung halaman.
“Kami berharap masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, lancar, sehat, dan selamat sampai tujuan. Sementara bagi masyarakat yang tetap berada di Jakarta, mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara aparat keamanan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 di wilayah Jakarta Selatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa nyaman dan kebersamaan.
(Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar