Patrolihukum86.com, Merangin – Seorang warga Koto Baru, Kecamatan Tabir Lintas, (S) mengalami nasib naas setelah terjatuh di salah satu jembatan penghubung dua desa Koto Baru-Seling pada Kamis (12/12/2025). Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami patah tangan dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi saat korban melintas di jembatan yang kondisinya sudah rusak parah dan licin. Diduga korban tergelincir ketika melangkah di bagian lantai jembatan yang jebol, sehingga terjatuh ke bawah dan mengalami luka serius tersebut.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kejadiannya sore hari, korban jatuh saat melewati jembatan, beruntung ada warga yang menolong tapi naas kondisinya tangan korban terlihat patah,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi, Kamis (11/12/2025).
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari digunakan oleh warga untuk beraktivitas.
“Kami sudah lama mengeluhkan kondisi jembatan ini. Semoga setelah adanya kejadian ini pemerintah bisa segera turun tangan,” ucapnya.
Hingga kini, kondisi korban (S) dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan dirumahnya. Namun korban harus dirawat intensif karena mengalami patah tulang tangan. Warga Koto Baru Tabir Lintas menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah segera turun tangan menangani kondisi jembatan yang sudah lama dikeluhkan. Mereka menilai peristiwa jatuhnya warga hingga mengalami patah tangan ini menjadi bukti bahwa kondisi jembatan sudah sangat membahayakan.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan soal jembatan ini, tapi belum ada tindakan nyata. Kami takut nanti bukan hanya patah tangan, bisa saja ada korban jiwa,”sebutnya.
Masyarakat juga berharap pemerintah Merangin atau pemerintah desa tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi melakukan pembangunan permanen yang benar-benar layak dan aman digunakan.
“Setiap hari anak sekolah, ibu-ibu pergi belanja, dan petani melintas di sini. Jembatan ini satu-satunya akses kami. Kami memohon perbaikan segera sebelum ada korban lain,”katanya..
Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung dari pihak terkait serta jadwal perbaikan yang jelas bukan hanya menunggu karena kondisi jembatan sangat darurat. Pantauan dilapangan puluhan tali jembatan putus akibat termakan usia. Bahkan, lantai jembatan sudah ada yang jebol hanya ditopang dengan papan seadanya. Selain itu, tanah disekitar jembatan sudah longsor dan lantainya lepas dari posisi tiang bangunan.
Irwanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar