FRIC: Saat MayDay Polri Perkuat Empati, Solid Serta Humanis. Untuk Pendemo Hak Bersuara , Tanggung Jawab Untuk Tertib
Patrolihukum86.com, FRIC , Jambi - MayDay seperti momok menakutkan , sehingga pihak pengamanan dari Polri dan TNI telah persiapkan strategi pengamanan
Dody Ketua FRIC Jambi" hal tersebut memang menjadi tugas mereka Polri , namun ada beberapa hal yang perlu diterapkan oleh Pengamanan dan pihak demontrasi yakni sikap " Saling" (29/04/2026)
Ada tiga poin yakni sikap Empati , Solid, dan Humanis .
Empati dan Soliditas itu 2 nilai penting yang harus ditekankan di Polri, TNI, dan organisasi lain.
Empati
Artinya Kemampuan merasakan dan memahami perasaan orang lain. Tidak cuma kasihan, tapi ikut merasakan posisinya.
Polisi menangani Saat demo, tidak langsung action gas , tapi paham kenapa rakyat marah.
Intinya: Melayani dengan hati, Ini bagian dari "melindungi, mengayomi, melayani masyarakat".
Soliditas
Artinya Kekompakan, kesatuan, saling kuat-menguatkan dalam satu kelompok/tim.
Humanis adalah pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, ramah, nggak arogan, dan menghargai martabat orang.
Dalam konteks Polri "humanis" jadi perintah wajib Kapolri ke anggota di lapangan.
Terutama saat menangani demo
Saat May Day, Polisi bagi air mineral ke pendemo, himbauan pakai TOA dulu sebelum tindak tegas perusuh. Itu humanis.
Kenapa penting buat Polri,
Karena sesuai Catur Prasetya poin 2: _“mengabdi dengan penuh keikhlasan demi menjunjung tinggi HAM”_.
Kalau tidak humanis, citra Polri rusak. Masyarakat takut, bukan percaya.
Tetap tegas kalau sudah mengarah pidana. Bedanya: tegas tanpa melanggar HAM. Bubarkan dengan tegas kalau rusuh, tapi kasih peringatan dulu.
Singkatnya: Tegas tapi tidak kasar. Profesional tapi tetap punya hati.
"empati & soliditas" tadi. Empati itu rasa, humanis itu wujud tindakannya.
Kenapa 3
ini sering disebut barengan?
Kapolri sering bilang: _“Anggota harus punya empati ke masyarakat, dan soliditas ke dalam”_.
Ke luar Ke dalam
Empati ke rakyat, Soliditas antar anggota.
Biar dicintai masyarakat Biar institusi kuat
Kalau cuma solid tapi tidak empati bisa menjadi jadi arogan. Kalau cuma empati tapi nggak solid sama dengan gampang dilemahkan.
Di konteks demo May Day dipakai, bahwa Polisi diminta empati dengar tuntutan buruh, tapi tetap solid jaga ketertiban biar demo nggak cederai demokrasi.
Dan para pendemo untuk bisa menjaga batasan saat aksi , jangan sampai terjadi anarkis yang tidak menjadi penyelesaian namun memperkeruh situasi , merusak fasilitas umum dan menganggu ketertiban umum bukan contoh demontrasi yang bisa mewujudkan demokrasi murni." ungkap Dody
Kebebasan berpendapat. Boleh demo May Day, kritik pemerintah di medsos
Demo May Day sama dengan wujud demokrasi. Buruh bebas suarakan tuntutan 1 Mei karena dijamin UUD 1945 Pasal 28.
"Jangan cederai demokrasi" sama dengan demo boleh, tapi jangan anarkis. Karena kalau rusuh, hak orang lain dilanggar. Demokrasi bukan bebas sebebasnya.
Empati & soliditas sama dengan bahan bakar demokrasi. Pemimpin empati dengar rakyat, aparat solid jaga aturan main biar nggak chaos.
Batas demokrasi:
Kebebasan kamu berakhir ketika nabrak kebebasan orang lain.
Makanya ada aturan pemberitahuan 3x24 jam, tidak boleh blokir jalan total.
Intinya Demokrasi kasih kamu hak, tapi juga tanggung jawab. Hak buat bersuara, tanggung jawab buat tertib.
Kapolri: _silakan demonstrasi, tapi jangan cederai demokrasi itu sendiri_." tutup Dody
Redaksi

Komentar
Posting Komentar