Kamis, 22 Januari 2026

PETI Gunakan Excavator di Desa Merantih Tran B3 Milik Jekson porak-porandakan Alam, Aparat dan Pemdes Dinilai Tutup Mata



Patrolihukum86.com, Merangin-Aktivitas penambangan emas ilegal(PETi) yang menggunakan alat berat excavator merek Hitachi di Desa Merantih Tran B3 kecamatan Renah pemenang kabupaten Merangin,Jambi,kembali memicu keresahan masyarakat.kegiatan  yang diduga kuat milik seorang warga bernama Jekson itu di sebut telah membabi buta merusak ekosistem.membuka lahan perkebunan warga, hingga mengancam pemukiman yang jaraknya sangat dekat dari lokasi aktivitas PETI Tersebut.


Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada media ini bahwa keberadaan tambang emas ilegal itu sudah berlangsung cara trang-trangan Tampa ada tindakan nyata dari pihak manapun


"Ya itu bang,ada penambangan pasir ilegal di ldekat pemukiman warga, milik Jekson menggunakan excavator merusak lingkungan membabi buta.lahan perkebunan milik warga habis di kupas.Anehnya, aktivitas kayak gitu kok aman-aman saja.siapa orang kuatdi belakangnya?"ungkap warga heran.


Warga juga mempertanyakan sikap aparat penegak hukum,baik Polsek Renah pamenang maupun polres Merangin, yang terkesan tidak pernah menyentuh aktivitas PETI Tersebut meski lokasinya berada tepat di dalam Desa,bukan di pedalaman atau kawasan terpencil.


"Kalau memang Aparat mau nangkap pelaku PETI yang pakai berat, sebenarnya tidak usah sampai jauh -jauh pembatasan dengan Desa Bukit Bungkul ini saja sudah jelas -jelas ada,tepi tetap di biarkan.ini jelas menimbulkan tanda tanya besar,"bebernya.


Selain aparat penegak hukum, warga warga juga menyoroti sikap pemerintah Desa Merantih yang di nilai lamban dan bahkan diduga melakukan pembiaran.

Padahal aktivitas PETI ini berada di tengah-tengah pemukiman, sehingga semestinya pahak pemerintah desa menjadi pihak pertama yang bergerak.


Namun sayangnya,kepala Desa Merantih di sebut -sebut justru diam seribu bahasa dan tidak punya keberanian menghadapi pelaku tersebut.


Kami nilai kepala desa seperti pura-pura tidak tahu.kalaudi desa lain aparat desa nya vokal,tapi di sini malah seolah bungkam.padahal aturannya jelas,, Bupati Merangin H.M.Syukur SH MM

Melarang keras seluruh kepala desa dan perangkat desa terlibat atau membiarkan aktivitas PETI.tapi fakta?ya begitu,aturan tinggal aturan,"ujar warga lain.


Kondisi semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa ada pembiaran terencana, atau bahkan hubungan tertentu antara pihak desa dan para pelaku tambang ilegal sehingga aktivitas tersebut terus berjalan tampa hambatan 


Tidak hanya aparat desa,pihak kepolisian juga mendapatkan sorotan tajam.Banyak warga bertanya-tanya mengapa aktivitas yang begitu jelas mengunakan alat berat dan berlangsung di area pemukiman bisa sama sekali tidak tersentuh penindakan.


Warga menduga ada pihak-pihak tertentu"bermain "di belakang aktivitas tambang ilegal itu sehingga pihak berwenang seolah tutup mata.


"¹kalau PETI di hutan atau di gunung mungkin Aparat bilang sulit akses.tapi ini di tengah-tengah desa.excavator mndar-mandir,suara mesin menggema tiap hari,tapi kok tidak ada tindakan?

Masyarakat juga curiga ada apa sebenarnya,"tugas warga.


Masyarakat desa Merantih mendesak aparat kepolisian, baik Polsek maupun polres Merangin, untuk tidak lagi"menutup mata"dan segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas PETI yang terjadi secara terbuka tersebut.


Selain itu warga juga meminta Bupati Merangin dan Dinas terkait turun langsung mengevaluasi kinerja pemerintah Desa Merantih yang dinilai lemah dalam pengawasan,bahkan diduga melakukan pembiaran.


"Jangan sampai nanti sudah terjadi bencana baru semua sibuk saling menyalahkan.sekarang aktivitas PETI itu masih berlangsung.jadi bertindaklah sebelum terlambat,"ujar warga dengan nada kecewa.


Aktivitas tambang emas ilegal yang diduga kuat pemiliknya Jekson tersebut kini menjadi pembicaraan hangat masyarakat,dan semua pihak berharap ada langkah nyata dari aparat penegak hukum maupun pemerintah kabupaten untuk menghentikan kerusakan sebelem Desa tersebut terlanjur hancur.


Irwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar