Akses Lumpuh dan Terancam Putus, Warga dan Kades se-Kecamatan Taman Rajo Desak Pemkab Muaro Jambi Perbaiki Jalan
Patrolihukum86.com, MUARO JAMBI – Warga di seluruh desa dalam Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi untuk segera mengambil tindakan nyata terkait kondisi jalan kecamatan yang rusak parah. Akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan warga ini kondisinya kini hancur, berlubang, serta berubah menjadi becek dan licin saat musim hujan tiba.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kepala desa (Kades) di wilayah tersebut, yang kompak menyuarakan jeritan hati warga mereka.
Anak Sekolah Bertaruh Nyawa, Ekonomi Terhambat
Keluhan mendasar datang dari kondisi harian warga dan anak-anak sekolah yang harus bertaruh kenyamanan (bahkan keselamatan) setiap hari untuk menuju fasilitas pendidikan. Saat hujan, lubang-lubang dalam tertutup air, menjadikannya jebakan lumpur yang licin.
"Jalan ini merupakan urat nadi desa kami. Kami sangat membutuhkan perbaikan segera dari pemerintah daerah," tegas Syafriadi, Kepala Desa Sekumbung.
Senada dengan Syafriadi, Kades Kemingking Dalam, Adi Hendra, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat jalan berlubang sudah sering memakan korban warga setempat.
"Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat untuk menuju Kota Jambi maupun ke ibu kota kabupaten. Karena kondisinya rusak, mobilitas warga sangat terganggu dan membahayakan," ujar Adi Hemdra.
Ancaman Desa Terisolir: Jalan Tergerus Sungai Batanghari
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Desa Dusun Mudo. Jalur utama kecamatan di wilayah tersebut terancam putus total akibat abrasi air sungai.
Kepala Desa Dusun Mudo, Hepni, menjelaskan bahwa jalan di desanya mengalami terbis dan terus-menerus tergerus oleh aliran Sungai Batanghari.
"Jalan hampir putus. Kami butuh pengalihan jalur (rerouting) segera sebelum desa kami benar-benar terisolir. Ini adalah satu-satunya akses penghubung antar-desa yang kami miliki," kata Hepni dengan nada khawatir.
Sektor Wisata Terpuruk, Dana Desa Tak Mampu Mengcover
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi dasar dan pendidikan, infrastruktur yang buruk ini juga memukul sektor pariwisata daerah. Desa Tebat Patah yang dikenal sebagai desa wisata turut menjerit.
Kades Tebat Patah, Taufik, S.Pd.I, menjelaskan bahwa selain jalan utama kecamatan, akses menuju spot wisata di desanya juga membutuhkan sentuhan dinas terkait.
"Desa kami merupakan desa wisata. Selain perbaikan jalan kecamatan, kami sangat membutuhkan pembangunan jalan menuju area danau wisata. Jika mengandalkan Dana Desa (DD), anggaran kami sudah tidak mampu lagi untuk mendanai pembangunan infrastruktur sebesar itu," pungkas Taufik.
Poin-Poin Tuntutan Warga Taman Rajo kepada Pemkab Muaro Jambi ini merupakan
Perbaikan Total, Pengaspalan/pengerasan jalan kecamatan yang berlubang agar layak dilalui, terutama saat musim hujan.
Penyelamatan Darurat, Pengalihan jalur jalan yang terbis di Dusun Mudo akibat gerusan Sungai Batanghari sebelum akses putus total.
Dukungan Sektor Wisata, Bantuan anggaran di luar Dana Desa untuk pembangunan akses jalan menuju danau wisata di Desa Tebat Patah.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kecamatan Taman Rajo sangat berharap Bupati Muaro Jambi dan Dinas PUPR kabupaten setempat segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil dan menurunkan anggaran darurat demi keselamatan serta kesejahteraan warga.
Hamdi Zakaria






Komentar
Posting Komentar