TPS3R Sandaran Galeh membantu desa mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



PatroliHukum86.com, SUNGAI PENUH -  (17/06/2026)- TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Sandaran Galeh adalah sistem pengelolaan sampah terpadu yang dirancang untuk menjawab permasalahan sampah di Desa Sandaran Galeh. Program ini berfokus pada pengurangan volume sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga, sehingga sampah tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan adanya TPS3R, desa memiliki fasilitas sendiri untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah menjadi produk yang lebih bernilai.

Melalui pendekatan 3R, masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi bahan baru. TPS3R tidak hanya berperan sebagai tempat pemrosesan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan bagi warga desa. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan.

"TPS3R Sandaran Galeh merupakan wujud dari dukungan kami ke Pemkot Sungai Penuh dalam mewujudkan program Kota Sungai Penuh Ilok,Kami Sangat Mengharapkan Bantuan Pemerintah Kota Sungai Dalam membantu penyaluran kompos dari Tempat Pengolahan Sampah (TPS/TPS3R) melalui skema off-taker (pembeli siaga) untuk taman kota, bantuan distribusi gratis ke masyarakat, integrasi dengan program pertanian/kelompok tani, serta pemberian subsidi mesin pengemas untuk meningkatkan nilai jual"Ungkap Amrizal Kades Sandaran Galeh.

Keberhasilan TPS3R sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Dengan partisipasi bersama, desa dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

(Arie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kades Jambi Tulo Dikabarkan Diamankan di Polda Jambi

Diduga Dianiaya Oknum TNI di Makodim 0420/Sarko, Warga Merangin Alami Luka Lebam dan Jalani Perawatan Intensif

Diduga Salah Tangkap Pihak PT. IIS diduga Juga Lecehkan Adat Desa Setempat